Jakarta, Anggota Komisi VIII DPR RI Mahdalena meminta pemerintah daerah di seluruh Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang masih terjadi di berbagai wilayah.
Dirinya menegaskan, kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas hujan yang meningkat harus menjadi peringatan serius bagi daerah rawan banjir dan tanah longsor.
“Cuaca ekstrem hingga saat ini menunjukkan bahwa kerentanan bencana masih sangat tinggi. Pemda harus bergerak cepat, taktis, dan terukur untuk meminimalkan dampak bencana,” ujar Mahdalena di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan tinggi memicu banjir dan longsor di sejumlah daerah. Di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, longsor menyebabkan empat orang meninggal dunia dan akses jalan nasional terputus. Di Sumatera Barat, hujan selama lima hari berturut-turut menyebabkan ribuan rumah terdampak banjir.
Sementara di Jawa Tengah, longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, menelan 23 korban jiwa, dengan 21 jenazah telah ditemukan. Di Banjarnegara, longsor di Desa Pandanarum menewaskan 12 warga dan 16 orang masih dalam pencarian hingga Ahad (23/11/2025).
Menanggapi rentetan bencana tersebut, Mahdalena mengatakan antisipasi harus menjadi prioritas utama.
Dirinya meminta Pemda segera melakukan pemetaan risiko, memastikan kesiapan peringatan dini, menyiapkan lokasi evakuasi dan menggerakkan relawan kebencanaan hingga tingkat desa.
“Pencegahan harus melalui koordinasi solid dengan kementerian/lembaga terkait, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat lokal. Di wilayah rawan longsor, mitigasi harus dilakukan menyeluruh, mulai dari penguatan tebing, pemantauan retakan tanah, hingga edukasi kepada warga,” ujar Mahdalena.
Mahdalena menegaskan, kesiapsiagaan daerah menjadi kunci di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
“Jangan menunggu kejadian. Antisipasi adalah langkah paling efektif untuk melindungi masyarakat,” tuntas Mahdalena. VN-DAN
