JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Subdit Resmob, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap pelaku berinisial S dikawasan Pandeglang, Banten dalam dugaan kasus pembunuhan yang berujung mutilasi di Depok, Jabar.
Menurut Kepala Tim Khusus II
Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya imanuel Sutijono, kasus tersebut diduga bemotifkan hubungan sesama jenis antara korban berinisial K dengan pelaku berinisial S.
“Untuk motif pembunuhan sendiri sedang kami dalami, namun ditemukan fakta bahwasanya pelaku diduga merupakan penyuka sesama jenis. Untuk posisi penangkapan dari pelaku, kami amankan di Kampung Sinar Laut di daerah Panimbang, Pandeglang,” kata Imanuel kepada wartawan, Rabu (5/8).
Meski demikian, Imanuel menuturkan, penyidik masih medalami kasus itu dengan memeriksa saksi- saksi.
“Pada tanggal 24 Juli, itu ada laporan kehilangan orang. Bantuan pencarian orang yang kemudian kami telusuri atas nama inisial K. Kemudian kami mendalami saksi-saksi, mengumpulkan bukti-bukti dan ditemukan fakta bahwasanya inisial K terakhir kali sedang bersama dengan inisial S, yang kami curigai merupakan pelaku pembunuhan tersebut,” jelas Imanuel.
Imanuel menambahkan, penyidik telah menyita barang bukti( BB) berupa handphone (HP) milik korban.
“Untuk barang bukti yang sudah kami amankan, itu salah satunya adalah handphone milik korban, kemudian uang hasil penjualan handphone dan motor milik korban,” ungkap Imanuel.
Imanuel mengatakan, kasus tersebut bermula mayat seorang laki-laki dengan kondisi telah dimutasi.Pihak Subdit Resmob Direktorat Reserse Krminal Umum Polda Metro Jaya langsung berkordinasi degan Polres Metro Depok dan Polsek Pancoran Mas.
“Jadi untuk kronologi penemuan mayatnya itu pada tanggal 4 Agustus 2026, itu ada warga di Pancoran Mas yang membakar sampah yang sudah mulai busuk. Pada saat dibakar, karung tersebut itu leleh. Kemudian nampaklah potongan tubuh manusia. Kemudian warga melaporkan kepada Bhabinkamtibmas. Ditarik mundur sebelum itu, jadi pada tanggal 24 Juli, itu warga sudah ada yang mengetahui adanya karung di situ. Namun memang dari laporan warga, sering terjadi pembuangan sampah sembarangan di daerah tersebut. Jadi warga tidak terlalu mempedulikan hal hal tersebut,” pungkas Imanuel. VN-SAP
.
