JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh, menyoroti soal kematian dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP/Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil).
Menurut Rahmat, tragedi ini memicu pertanyaan serius mengenai desain, manajemen, serta tata kelola program pelatihan tersebut yang digagas pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Rahmat memberikan catatan kritis kepada pemerintah terkait bobot materi pelatihan.
Dirinya menilai, fokus utama program ini seharusnya adalah pembekalan manajerial dan pemahaman yang utuh mengenai koperasi, bukan gemblengan fisik yang berlebihan.
“Kita harus paham bahwa tujuan dasar kita untuk memberikan pembekalan terhadap manajer-manajer yang sedang dilatih ini adalah bagaimana mereka pertama mempunyai kemampuan dan pemahaman yang utuh terkait dengan koperasi,” kata Rahmat kepada para wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Rahmat menambahkan, peserta memang perlu memiliki filosofi dasar, mengerti tata kelola koperasi, serta dibekali kedisiplinan dan militansi kebangsaan.
Namun, lanjut Politisi PKS itu, porsi latihan fisik militer tidak boleh mendominasi.
“Jangan sampai porsi fisik dan militernya itu yang lebih besar. Sehingga orang-orang yang disiapkan mungkin belum siap mental atau belum siap secara fisik. Mereka siapnya untuk manajer, bukan sebagai seorang yang mengandalkan fisik yang kuat,” tegas Rahmat.
“Saya khawatirnya porsi-porsi yang diberikan dalam pelatihan itu tidak seimbang sehingga ‘mohon maaf’ banyak yang jadi korban,” tambah Legislator asal Sumatera Barat itu.
Untuk itu, imbuh Rahmat, Fraksi PKS DPR RI mendesak pemerintah untuk segera menghentikan sementara aktivitas fisik yang berisiko tinggi sebelum evaluasi menyeluruh selesai dilakukan.
“Oleh karena itu, ini harus menjadi evaluasi bagi penyelenggara agar meminimalisir terjadinya risiko apalagi korban nyawa. Kita Fraksi PKS mewanti-wanti ini, karena apa? Satu nyawa itu sangat berharga bagi kita,” jelas Rahmat.
Rahmat juga menekankan, Fraksi PKS DPR RI akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan mengenai penyebab pasti kematian kedua peserta tersebut.
“Jangan sampai ini baru awal, baru beberapa hari pelatihan dilakukan. Ini sudah ada korban meninggal dua orang. Dan ini kita sangat sedih dan berduka, berbelasungkawa kepada korban.
Dan ini harus menjadi evaluasi bagi penyelenggara,” tutup Rahmat Saleh. VN-DAN





