Jakarta, VanusNews.com | Komisi III DPR RI bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna memastikan kesiapan Korlantas Polri dalam rangka Operasi Lilin 2025 pada bulan Desember mendatang.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho pihaknya bersama dengan pejabat utama (PJU) dan para Dirlantas terlebih dahulu akan mengevaluasi pelaksanaan Operasi Lilin 2024.
“Apakah masih ada kecelakaan? Ternyata masih. Apakah masih terjadi kepadatan? Masih,” kata Agus di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Oleh sebab itu, tutur Agus, di data kecelakaan lalu lintas (laka lantas) pada Operasi Lilin tahun 2024, masih terdapat peristiwa menonjol.
“Artinya, peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan 5 orang tewas, ternyata masih ada artinya lebih dari 5 kecelakaan,” jelas Agus.
Agus berharap, semoga pada Operasi Lilin 2025 ini tidak ada kecelakaan yang menonjol.
“Ini yang kami rumuskan agar cara bertindak kita tepat,” ungkap Agus.
Kedua, lanjut Agus, peristiwa kecelakaan pada petugas juga masih ada.
“Ini tercatat ada 35 kasus. anggota Polri yang meninggal ada 7 orang dari kepolisian maupun TNI yang meninggal. Ini yang menjadi evaluasi di tahun 2024. Bagaimana caranya di tahun 2025 ini semuanya bisa antisipasi,” beber Alumni Akpol 1991 ini.
Agus menuturkan, kebijakan sama berlaku juga untuk hal-hal yang berkaitan dengan skenario manajemen lalu lintas.
“Di jalan tol, di jalan arteri di kabupaten semuanya harus dikuasai. Saya titip perlu para Direktur Lalu Lintas agar survei turun bagaimana merumuskan cara bertindak berkaitan dengan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran (Kamseltibcar),” imbuh Agus.
Agus pun mengungkapkan, beberapa kebijakan yang dianggap berhasil pada Operasi Lilin 2024 sehingga tidak terjadi kepadatan yang berarti si setiap ruas jalan
“Tahun lalu kita melakukan one way 29 kali itu di non tol, termasuk juga ada contra flow di jalan tol, termasuk juga pengalihan arus dan penutupan arus khususnya di tempat-tempat wisata dan ibadah. Termasuk yang yang diantisipasi cuaca yang ekstrem. Ini nanti tentunya akan membuat rumuskan² skenario cara bertindak yang tepat di mana kapan dan sarana prasarana harus kita siapkan, baik nanti dilakuakan oleh tim urai, termasuk juga koordinasi dengan BMKG dan sebagainya,” papar Agus.
Agus pun memohon kepada setiap stakeholder dan para pemudik untuk selalu berkoordinasi dan berkolaborasi agar tercipta sinergitas pada Operasi Lilin 2025 nanti.
“Ini salah satu dari persiapan Operasi Lilin 2025 sehingga kata kunci kami sebagai Kakor Lantas dan para stakeholder bahwa kolaborasi, koordinasi, dan sinergitas dalam rangka menyiapkan Operasi Lilin 20205 menjadi sangat penting,” tutup Irjen Agus Suryonugroho. VN-DAN








