Sikapi Efisiensi, Waka Komisi X DPR: Jangan Turunkan Anggaran Pendidikan

banner 468x60

JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Wakil Ketua (Waka) Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menegaskan, pihaknya akan menyikapi rencana efisiensi anggaran secara kritis namun tetap konstruktif.

Menurut pria yang kerap disapa Lalu Ari ini, upaya pemerintah dalam menjaga defisit APBN di tengah tekanan global memang penting.

Read More
banner 300x250

Namun demikian, ingat Lalu Ari, langkah tersebut tidak boleh mengorbankan sektor pendidikan yang merupakan prioritas nasional sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

“Pemangkasan anggaran pendidikan pada dasarnya bukanlah langkah yang ideal, kecuali dilakukan secara sangat selektif dan tidak menyentuh program-program inti,” ujar Lalu Ari, Rabu (25/3/2026).

Lalu Ari menekankan, pendidikan bukan sekadar pos belanja negara, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta daya saing bangsa.

Oleh karena itu, imbuh Lalu Ari, apabila efisiensi anggaran harus dilakukan, maka yang seharusnya dipangkas adalah belanja non-prioritas, seperti kegiatan seremonial, perjalanan dinas, serta program-program yang tumpang tindih.

Lebih lanjut, Lalu Ari mengingatkan, pemangkasan anggaran pendidikan secara luas berpotensi menimbulkan dampak serius.

Dalam jangka pendek, ungkap Lalu Ari, hal tersebut dapat menekan bantuan operasional sekolah, beasiswa, serta kesejahteraan guru.

“Sementara dalam jangka panjang, kebijakan tersebut berisiko menurunkan kualitas pembelajaran, memperlebar kesenjangan akses pendidikan, dan melemahkan daya saing Indonesia di tingkat global,” ungkap Lalu Ari.

“Risiko yang lebih besar adalah terganggunya pencapaian target pembangunan sumber daya manusia di masa depan,” tambah Lalu Ari.

Karena itu, jelas Lalu Ari, Komisi X DPR RI mendorong pemerintah agar melakukan efisiensi secara hati-hati, berbasis data, serta mempertimbangkan dampak sosial secara menyeluruh.

Selain itu, tambah Lalu Ari, pemerintah juga diharapkan dapat mencari alternatif efisiensi lain, seperti meningkatkan efektivitas belanja, mengurangi pemborosan birokrasi, dan mengoptimalkan penerimaan negara.

“Pada prinsipnya, kami tidak menolak efisiensi. Namun, kebijakan tersebut harus dilakukan secara cerdas, terukur, dan tidak mengorbankan masa depan generasi bangsa, khususnya di bidang pendidikan,” tutup Lalu Hadrian Irfani. VN-DAN

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *