Memaki Polantas, ITW: Mau Lancar Hardiyanto Kenneth Naik Ambulance

JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Ketua Presidium ITW Edison Siahaan mengingatkan anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai PDI P, Hardiyanto Kenneth untuk menghormati aturan lalulintas yang berlaku dan jangan merasa sebagai wakil rakyat dan seneaknya ingin menerobos jalur busway lalu memaki-maki anggota polantas yang sedang mengatur lalulintas dengan menutup jalur busway karena terjadi kemacetan.

“Tidak ada pengecualian.Ada delapan jenis kendaraan yang bebas menerobos diantaranya kendaraan kepala negara, kendaraan tamu negara, ambulance dan pemadam kebakaran (damkar). Kalau tidak mau macet sebaiknya Hardiyanto Kenneth naik mobil Ambulance aja,” kata Edison kepada www.Vanusnews.com. Kamis (9/7).

Read More

Edison meininta anggota Polantas yang dihadik Hardiyanto Kenneth untuk melaporoan ke MKD DPRD DKI agar masalah itu ditndak lanjuti.

“Laporkan ke bagian etik yang ada di DPRD DKI agar bisa mendapatkan sanksi,” harap Edison

Mantan Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) Polda Metro Jaya ini mengatakan, anggota polantas tersebut untuk membuat laporan polisi (LP) ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan

“Bisa dilaporkan kalau ada pidananya,” pungkas Edison.

Sementara itu, berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode pelaporan 2025 yang diumumkan KPK, Kenneth melaporkan total harta senilai Rp21.272.990.320.

Namun, laporan tersebut juga mencatat kewajiban utang sebesar Rp5 miliar, sehingga total kekayaan bersihnya menjadi Rp16.272.990.320.

LHKPN itu disampaikan pada tanggal 26 Maret 2026 dan telah berstatus lengkap secara administratif.

Dimana, aset Kenneth berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan, kendaraan, harta bergerak lainnya, kas dan setara kas, serta harta lainnya.

Untuk aset terbesar Kenneth berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp4.072.000.000. Properti tersebut terdiri atas dua bidang tanah dan bangunan seluas masing-masing 146 meter persegi di Jakarta Barat yang diperoleh dari hasil sendiri, dengan nilai Rp3.050.000.000 dan Rp1.022.000.000.

Sedangkan, di sektor kendaraan, Kenneth melaporkan dua unit Toyota Kijang Innova Zenix tahun 2024 berwarna abu-abu dan putih dengan nilai keseluruhan Rp874.000.000.

Kenneth memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp929.063.949, kas dan setara kas sebesar Rp15.364.318.984, serta harta lainnya senilai Rp33.607.387. Selain itu, dalam laporan tersebut tidak tercantum kepemilikan surat berharga.

LHKPN juga mencatat Kenneth memiliki utang sebesar Rp5 miliar. Namun, dokumen tersebut tidak menjelaskan sumber maupun tujuan utang, melainkan hanya mencantumkan nilai kewajiban pada saat pelaporan.

Sebelumnya, peristiwa terjadi di kawasan TL Pesing, Jakarta Barat, pada Jumat (3/7) sekitar pukul 17.45 WIB. Saat itu personel Satlantas Polres Metro Jakarta Barat bersama anggota TNI sedang melakukan pengaturan arus lalu lintas dan menutup sementara jalur Transjakarta menggunakan water barrier sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas di tengah kepadatan kendaraan.

Namun, tiba-tiba sebuah mobil berpelat nomor ZZH yang belakangan diketahui berisi Kenneth meminta petugas tersebut untuk segera membuka pembatas agar dapat melintas melalui jalur Transjakarta.

Namun, permintaan tersebut ditolak karena jalur sedang ditutup untuk kepentingan pengaturan lalu lintas.

Setelah itu, pengendara diduga menerobos pembatas dan terlibat adu mulut dengan anggota polisi yang berjaga.

Pengendara sempat meninggalkan lokasi, tetapi kemudian kembali dan kembali terlibat cekcok dengan petugas.

Dimana, situsi sempat memanas setelah pengendara diduga mengeluarkan ucapan bernada kasar dan menantang anggota kepolisian.

Melihat itu, personil TNI bersama anggota patroli kemudian turun tangan untuk melerai agar keributan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Muhammad Ilham, membenarkan adanya insiden tersebut

“Anggota dewan dari PDIP, Pak Kenneth. Sudah ditangani, tadi ada Transjakarta juga. Terus laporan dari anggota, itu sudah damai, saling memaafkan karena situasinya juga,” kata Ilham, Senin (6/7). VN-SAP

Related posts