JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Anggota Komisi III DPR RI Hasbiallah Ilyas mengingatkan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar serius dan konsisten dalam menangani kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan oknum internal.
Dirinya menegaskan, perintah pelaksanaan tes urine serentak bagi seluruh personel Polri di Indonesia tidak boleh sekadar menjadi gimmick atau formalitas belaka.
Menurut Hasbi, langkah tersebut harus benar-benar dilandasi semangat menjaga marwah dan integritas institusi kepolisian.
“Tes urine jangan hanya jadi simbol atau pencitraan. Ini harus menjadi bagian dari komitmen nyata membersihkan internal. Kalau aparatnya sendiri terlibat praktik haram narkoba, lalu masyarakat mau percaya kepada siapa?” tegas Hasbi di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Pernyataan ini merespons instruksi Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang memerintahkan tes urine serentak di seluruh jajaran Polri. Instruksi tersebut dikeluarkan menyusul masih adanya oknum anggota, termasuk perwira menengah, yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika.
Hasbi menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas pimpinan Polri, namun implementasi di lapangan harus transparan dan disertai pengawasan ketat.
Dirinya juga mendorong agar sanksi terhadap anggota yang terbukti terlibat tidak pandang bulu.
“Penegakan hukum harus tegas, terbuka, dan tanpa kompromi. Ini penting untuk memulihkan dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” tukas Hasbi.
Komisi III DPR RI, tambah Hasbi, akan terus menjalankan fungsi pengawasan.
“Hal ini agar reformasi internal kepolisian berjalan konsisten dan tidak berhenti pada instruksi semata,” tutup Hasbiallah Ilyas. VN-DAN








