Jusuf Rizal: Ormas Madas Nusantara Tidak Pernah Ada Narasi Mau Jaga dan Amankan Bali

banner 468x60

JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Ketua Umum Ormas Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal,SH menyatakan organisasi yang dipimpinnya tidak pernah membuat pernyataan dengan narasi dan diksi, jika Ormas Madas Nusantara hadir untuk menjaga dan mengamankan Bali. Narasi dan diksi itu disampaikan I Wayan Setiawan, penggiat media sosial.

Sebagamaina viral di media sosial, Wayan Setiawan, asal Bali telah membuat freming negatif dengan Diksi dan Narasi, jika Ormas Madas Nusantara dibentuk di Bali untuk mengamankan dan menjaga Bali.

Read More
banner 300x250

Freming yang menggiring pada ujaran kebencian menjadikan etnis Madura sebagai common enemy (musuh bersama) dan kemudian membawa-bawa agama (Sara), telah menimbulkan dan memicu potensi konflik horisontal yang berdampak instabilitas keamanan di Bali

Namun faktanya, Ormas Madas Nusantara tidak pernah kengeluarkan pernyataan dengan diksi dan narasi yang mau amankan dan jaga Bali.

Itu disebut Ketum Ormas Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH sebagai kebohongan, mengada-ada, mengadu domba, memprovokasi dan menyebar fitnah melalui media sosial.

Fakta lain bahwa Ormas Madas Nusantara bukan ormas preman. Namun bermitra dengan TNIPolrk untuk membangun Indonesia, menjaga negeri. Madas Nusantara hadir untuk mewadahi Warga Madura di perantauan se-Nusantara dan luar negeri, termasuk di Bali untuk meningkatkan kompetensi Sumberdaya Manusia (SDM) berkualita menuju Generasi Emas 2045.

“Ormas Madas Nusantara, tidak pernah membuat pernyataan dengan diksi dan narasi mau menjaga dan mengamankan Bali. Urusan keamanan itu tupoksi TNI dan Polri serta Pecalang yang sudah eksis hingga ke desa. Kami fokus peningkatan SDM, ptogram sosial maupun pengembangan usaha warga Madura di Bali,” tegas Jusuf Rizal, pria Keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja itu.

Aktivis penggiat anti korupsi, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), Relawan Prabowo itu menyebutkan, freming negatif tergadap Ormas Madas Nusantara, diduga mengandung motif pribadi Wayan Setiawan yang digeser dengan isu jika kehadiran Ormas Madas Nusantara membahayakan warga Bali.

Kenapa dikatakan ada unsur kepentingan pribadi Wayan Setiawan sehingga memfreming lewat media sosial dengan menyebar fitnah, ujaran kebencian dan sara. Anda bisa jelaskan, tanya media.

Pertama, kehadiran Ormas Madas Nusantara di Bali dikaitkan dengan politik. Padahal Ormas Madas Nusantara tidak berpolitik. Disinyalir, Wayan Setiawan berpolitik mau menyerang anggota DPD RI Bali, Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputera Suyasa (AWK) yang bertemu dengan Ormas Madas Serumpun. Rupanya, Arya AWK pernah melaporkan Wayan Setiawan ke Kepolisian kasus pencemaran nama baik.

Kedua, Wayan Setiawan menggunakan narasi dan diksi jika Ormas Madas Nusantara mau jaga dan amankan Bali. Faktanya Ketum Ormas Madas Nusantara. KRH.HM.Jusuf Rizal, SH tidak pernah mengeluarkan pernyataan itu. Dengan demikian, itu bohong dan fitnah. Ada mensrea (niat jahat) menyerang ormas Madas Nusantara

Ketiga. Wayan Setiawan diduga pada Pemilu 2029 akan maju sebagai DPD RI — setelah dua kali jadi Caleg gagal- red. Karena itu, isu Sara ini digunakan untuk menaikkan elektabilitas guna memperoleh dukungan masyarakat Bali. Namun cara memfreming dengan fitnah, ujaran kebencian dan SARA di medsos seolah mau jadi pahlawan Bali di medsos, bukanlah tindakan bermoral.

Keempat, faktanya Ormas Madas Nusantara bukan ormas preman. Telah memenuhi persyaratan untuk terdaftar di Kesbangpol Bali, setelah di verifikasi administrasi maupun faktual sesuai kerentuan hukum. Narasi dan diksi ketakutan dengan contoh Sampit, sangat naif. Ormas Madas Nusantara mewadahi warga Madura di perantauan justru karena waspada, agar kejadian masa lalu tidak terjadi. Selain itu apa yang terjadi di Sampit disebabkan banyak faktor, termasuk SDM yang low education.

Kelima, selain itu Wayan Setiawan juga memantik permusuhan dengan membawa-bawa Pecalang. Seolah Ormas Madas Nusantara mau mengambil peran Pecalang di Bali. Menghadapkan Pecalang VS Ormas Madas Nusantara. Kemudian meningkatnya pendatang di Bali beserta agama Islam pun jadi bahan gorengan.

Cara memprovokasi itu, dibungkus atas nama kekhawatiran, keamanan dan freming negatif lain yang mendiskreditkan ormas etnis Madura, itu sangat picik. Sementara di Bali banyak ormas lain sejenis tidak difremingnya. Sikap Wayan Setiawan bukan untuk Bali, tapi cenderung karena vested interest (kepentingan) pribadi dan dendam pribadi dengan Anggota DPD RI Bali, Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputera Suyasa (AWK)

“Dari beberapa hal kami analisa, Wayan Setiawan melakukan cara-cara yang bertentangan dengan semangat demokrasi, Pancasila. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), UUD 1945 dan hukum. Itulah yang membuat Madas Nusantara akan memproses hukum,” tegas Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak itu (*)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *