Klaim 97 Persen Listrik di Aceh Pulih Tidak Benar, Ruslan Daud: KESDM Harus Percepat Penanganan

banner 468x60

Jakart, Vanusnews.com– Anggota DPR RI asal Dapil Aceh Ruslan M Daud mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pemulihan jaringan listrik di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan longsor.

Ruslan menilai kondisi di lapangan masih jauh dari klaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut 97 persen suplai listrik telah kembali normal.

Read More
banner 300x250

“Masih banyak daerah terdampak banjir dan longsor yang hingga hari ini listriknya belum menyala. Kondisinya tidak seperti yang dikatakan sudah 97 persen pulih. Pemadaman berkepanjangan membuat masyarakat makin kesulitan di tengah situasi pascabencana. Kami mendesak pemerintah, khususnya Menteri ESDM, benar-benar mempercepat pemulihan listrik,” ujar Ruslan dalam keterangan tertulis.

Anggota Komisi V DPR RI ini menyampaikan, ketiadaan listrik membuat proses pemulihan pascabencana berjalan lambat dan membebani masyarakat.

Ruslan mengatakan, pelayanan publik, termasuk administrasi, fasilitas kesehatan, distribusi logistik, hingga akses komunikasi, tidak dapat beroperasi secara normal.

“Di banyak daerah, pelayanan publik tidak bisa berjalan maksimal karena listrik belum masuk. Banyak warung kopi dan UMKM terpaksa memakai genset dengan biaya tinggi. Bila tidak memakai genset, aktivitas mereka lumpuh dan roda ekonomi terganggu,” kata Ruslan.

Selain itu, lanjut Ruslan, pemadaman listrik berdampak pada akses air bersih karena banyak pompa air tidak dapat beroperasi.

“Sejumlah SPBU juga belum berfungsi karena jaringan listrik belum pulih. Hanya beberapa SPBU yang tetap beroperasi dengan genset yang menyala terbatas,” ucap Ruslan.

Ruslan menambahkan, proses evakuasi warga terdampak turut terhambat akibat minimnya penerangan dan terbatasnya alat komunikasi.

Relawan dan aparat di beberapa lokasi, beber Ruslan, kesulitan memetakan daerah yang masih terisolasi karena jaringan listrik dan telekomunikasi belum stabil.

“Ketika listrik padam, akses informasi terbatas. Relawan sulit berkoordinasi, terutama di malam hari. Ini memperlambat proses evakuasi dan distribusi bantuan. Pemerintah harus menjadikan pemulihan listrik sebagai prioritas utama,” tegas Ruslan.

Ruslan menekankan, percepatan pemulihan listrik merupakan kebutuhan mendesak.

“Karena hal itu berkaitan dengan keselamatan warga, kelancaran evakuasi, pemulihan ekonomi, serta stabilitas sosial di wilayah terdampak,” tutup Ruslan Daud.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *