Kritisi Kebijakan Luar Negeri Presiden, Dino Pati Tak Konstruktif dan Kurang Etis

Oleh: Habiburokhman |Waketum DPP Partai Gerindra dan Ketua Komisi III DPR R

Di era demokrasi dan keterbukaan tentu kita senantiasa membuka diri terhadap kritik, termasuk dari mantan pejabat tinggi seperti Dino Patti Djalal.

Read More

Namun demikian, sebagai sesama anak bangsa saya harus mengkritik balik Dino. Kritik beliau tidak produktif karena tidak berbasis info yang akurat, bahkan ada tendensi kritik beliau sebagai serangan politik yang membabi buta dan sekedar mengolok-olok pemerintahan Prabowo Subianto.

Solusi yang disampaikan agar Prabowo Prabowo lebih banyak mengundang pemimpin negara lain juga agak aneh. Di tengah ketidakpastian situasi global saat ini bahkan Donald Trump merasa perlu mengunjungi Tiongkok untuk memperjuangkan kepentingan negaranya. Menurut kami justru Presiden Prabowo harus sangat proaktif baik menerima kunjungan maupun juga mengunjungi pemimpin negara lain.

Sebagai mantan Wamenlu juga kurang etis jika Dino mengkritik kinerja politik luar negeri pemerintahan Prabowo.

Di beberapa negara maju, mantan pejabat membatasi diri untuk mengkritik kinerja para penerus atau penggantinya. Hal tersebut didasarkan pada sikap menghormati orang yang sedang bekerja.

Kritik mantan pejabat kepada penerusnya, bahkan bisa menjadi bumerang jika publik membanding kinerja si mantan dengan yang sedang menjabat. VN-DAN

 

Related posts