Pelayanan Masih Kalah dengan Damkar, Kapolri Minta Kasatwil Tingkatkan Pelayanan

banner 468x60

Jakarta, VanusNews.com |Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan para Kasatwil untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat

“Intinya yang kita harapkan pada apel kasatwil ini tentunya ini menjadi semangat Polri untuk kemudian konsolidasikan ulang dan kemudian mewujudkan institusi Polri yang responsif, adaptif dan kemudian betul-betul bisa mewujudkan institusi Polri seperti apa yang diharapkan masyarakat,” kata Sigit di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (24/11).

Read More
banner 300x250

Menurut Sigit, Apel Kasatwil bertajuk ‘Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat’ ini dilaksanakan di Satlat Brimob Cikeas. Para Kapolda dan Kapolres bakal bermalam di tenda selama tiga hari ke depan.

“Tentunya kegiatan ini yang pertama meningkatkan soliditas internal kekompakan utamanya. Bagaimana kita melakukan preview penanaman ulang doktrin kita Tribrata dan Catur Prasetya. Dan tentunya hakikat dari tugas Polri di dalam melaksanakan tugas pokok fungsinya sebagai pelaksana alat negara di bidang harkamtibmas di bidang penegakan hukum dan memberikan perlindungan pengayoman pelayanan terhadap keamanan yang di dalam negeri,” jelas Sigit.

Sigit menambahkan, Apel Kasatwil juga menjadi wadah untuk melakukan refleksi apa yang sudah dilakukan dan melakukan perbaikan terhadap segala kekurangan yang ada seperti merespons Komisi Percepatan Reformasi Polri.

“Semangat upaya Polri untuk respons komisi reformasi ini juga bagian dari upaya kita lakukan perbaikan,” ujar Sigit.

Selain itu, Apel Kasatwil juga mengundang Kepolisian Hongkong. Diharapkan, hal ini untuk mencari model penanganan aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Indonesia.
Nantinya, Polri akan mengubah doktrin penanganan demonstrasi yang tadinya menjaga menjadi melayani. Hal ini komitmen sesuai dengan komitmen polisi yang sejak awal menjamin hak kebebasan berpendapat masyarakat.

“Di satu sisi kita juga tentunya miliki konsep dalam menghadapi rusuh massa yang tentunya apabila tidak kita kendalikan akan berdampak stabilitas kamtibmas, terganggunya fasilitas publik, sektor ekonomi yang tentunya harus kita jaga. Ini menjadi bagian kita evaluasi sekaligus pembahasan dalam apel kasatwil,” ungkap Sigit.

Mantan Kepela Divisi Propam Polri ini mengatakan, Apel Kasatwil ini juga melaunching seragam Pamapta sebagai simbol komitmen Polri yang terus merespons cepat pengaduan masyarakat dengan memanfaatkan pelayanan digital 110.

“Sehingga saat ada pengaduan, Polri bisa segera turun, termasuk bagaimana kita menguatkan interaksi pelayanan kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat. Tadi kita juga perkenalkan beberapa model paket terkait pelayanan kepolisian ke depan. Supaya masyarakat lebih mudah dapatkan pelayanan,” tutup Sigit.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Pol
Dedi Prasetyo mengakui polisi lambat dalam merespons laporan warga dan masyarakat lebih nenililih petugss Damkar untuk dimintai pertolongan.

“Quick response time standar PBB itu di bawah 10 menit, kami masih di atas 10 menit, ini juga harus kami perbaiki,” kata Dedi dalam rapat besama Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Selasa, (18/11) lalu.

Dedi mengatakan, Polri terus melakukan perbaikan terhadap pelayanan publik dan Kepolisian tengah mengoptimalisasi pelayanan publik berbasis digital lewat layanan hotline 110.

“Saat ini masyarakat lebih mudah melaporkan segala sesuatu ke damkar karena damkar quick response-nya cepat dan dengan perubahan optimalisasi 110, harapan kami setiap pengaduan masyarakat bisa direspons di bawah 10 menit,” pungkas mantan Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri ini. VN-SAP

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *