Stabilitas Politik, Kunci Indonesia Bertahan di Tengah Gejolak Global

banner 468x60

JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Dinamika geopolitik global yang kian tidak menentu dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.

Direktur Literasi Politik Indonesia (LPI) Ujang Komarudin menegaskan, Indonesia perlu memperkuat daya tahan nasional, terutama di sektor energi, pangan, serta stabilitas politik dan keamanan.

Read More
banner 300x250

Dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Memperkuat Kedaulatan Bangsa di Era Dinamika Persaingan Global” yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (22/4/2026), Ujang menyoroti meningkatnya eskalasi konflik global sebagai peringatan bagi Indonesia untuk bersiap.

Ujang menggambarkan kondisi dunia saat ini penuh ketidakpastian, merujuk pada berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Timur Tengah hingga Asia.

Situasi tersebut, menurut Ujang, menunjukkan kekuatan global masih didominasi oleh negara-negara besar yang cenderung memaksakan kehendaknya.

“Dalam sejarah, yang kuat akan berbuat sesuai kemampuannya, sementara yang lemah akan menerima konsekuensinya. Ini realitas geopolitik yang tidak bisa dihindari,” ujar Ujang.

Ujang juga menyinggung perubahan konstelasi global, termasuk mulai berkurangnya dominasi Barat dan munculnya kekuatan baru seperti Tiongkok.

Meski demikian, Ujang menekankan fokus utama Indonesia seharusnya bukan pada rivalitas global, melainkan pada kesiapan internal bangsa.

Menurut Ujang, ketahanan energi menjadi salah satu faktor krusial yang harus diperkuat.

Ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) dinilai masih menjadi tantangan, sehingga pembangunan infrastruktur seperti kilang minyak dan cadangan energi nasional perlu dipercepat.

Di sisi lain, Ujang mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah gejolak global.

“Kita harus akui, dalam situasi sulit sekalipun, Indonesia relatif mampu menjaga stabilitas energi. Ini menunjukkan daya tahan yang cukup baik,” kata Ujang

Selain energi, Ujang menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi utama negara.

Dirinya mengingatkan, dalam kondisi apa pun, termasuk konflik, ketersediaan pangan menjadi faktor penentu keberlangsungan kehidupan masyarakat.

“Dengan jumlah penduduk yang besar, jika pasokan pangan terganggu, dampaknya akan sangat serius. Karena itu, swasembada pangan harus menjadi prioritas,” ucap Ujang.

Lebih lanjut, Ujang menilai stabilitas politik dan keamanan merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan nasional.

Ujang mengingatkan agar semua pihak tidak memicu konflik yang dapat mengganggu stabilitas dalam negeri.

“Kalau stabilitas politik dan keamanan terjaga, sektor lain akan ikut stabil. Tapi jika terguncang, semuanya akan terdampak,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Ujang juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi sebagai bagian dari kedaulatan bangsa.

Ujang mempertanyakan mengapa Indonesia, dengan sumber daya manusia yang dinilai mumpuni, belum mampu bersaing secara global dalam pengembangan teknologi.

Menurut Ujang, banyak talenta Indonesia yang memiliki kemampuan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, namun belum terintegrasi secara optimal untuk mendorong kemajuan teknologi nasional.

Selain itu, Ujang menekankan, ketahanan budaya juga tidak kalah penting dalam menjaga identitas dan keberlangsungan bangsa di tengah arus globalisasi.

Ujang menutup pernyataannya dengan menegaskan, meski masih banyak pekerjaan rumah, upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional patut diapresiasi.

Ujang pun berharap Indonesia tetap berada pada jalur yang tepat dalam menghadapi tantangan global.

“Ketahanan bangsa bukan hanya soal bertahan, tapi juga bagaimana memastikan keberlanjutan dan kedaulatan di masa depan,” tutup Ujang Komarudin. VN-DAN

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *