JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Pemerintah memastikan pasokan energi nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali pasca Idul Fitri 2026. Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), elpiji, hingga listrik dinilai mencukupi untuk memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya pun mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi.
Bambang menilai upaya yang dilakukan Kementerian ESDM dan BUMN energi berhasil memastikan distribusi tetap lancar hingga mendekati hari raya.
“Kami mengapresiasi langkah pemerintah melalui Kementerian ESDM dan BUMN energi yang mampu menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan BBM, elpiji, serta listrik hingga menjelang hari raya,” ujar Bambang, Selasa (24/3/2026).
Bambang menambahkan, hingga H-3 Idul Fitri, stok BBM dan elpiji tetap terjaga, sementara sistem kelistrikan nasional dinilai siap menghadapi lonjakan konsumsi.
“Kondisi ini menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik serta menjaga kenyamanan masyarakat,” kata Bambang.
Selain itu, Bambang juga menyoroti peningkatan konsumsi energi listrik selama Lebaran, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun layanan publik.
“Kesiapan pembangkit, jaringan transmisi, dan distribusi listrik menjadi aspek krusial dalam menjaga stabilitas pasokan,” tandas Bambang Patijaya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM nasional tetap aman meskipun terjadi kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Dirinya juga menegaskan ketersediaan BBM, elpiji, dan listrik masih berada di atas batas minimum stok nasional sehingga tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Harga minyak mentah dunia diketahui telah menembus USD100 per barel, melampaui asumsi APBN 2026 sebesar USD70 per barel. Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan hingga Lebaran. VN-DAN
