5 Minggu Latihan Menembak dan Bekuk Pelaku, Resmob PMJ Siap Hadapi Begal

JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Akibat eskalasi kejahatan street crime( kejahatan jalanan) di Ibu Kota Jakarta yang sepak terjangnya sudah meresahkan masyarakat.

Aparat Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggelar latihan peningkatan kemampuan personel sebagai bagian dari upaya menghadapi berbagai bentuk kejahatan jalanan.

Menurut Perwira Unit (Panit ) Unit II Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Fechy Jowiberthi Ataupah, latihan yang digelar mencakup berbagai materi taktis yang dibutuhkan personel saat bertugas di lapangan seperti menembak dan meringkus pelaku yang mengendarai roda dua dab roda empat.

“Pada sore hari ini, personel Subdit Resmob Polda Metro Jaya melaksanakan beberapa latihan, di antaranya latihan menembak serta latihan penangkapan terhadap sasaran berjalan, sasaran yang menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat,” kata AKP Fechy kepada wartawan.

Dia menuturkan, diharapkan, dapat meningkatkan kemampuan dan profesionalisme anggota dalam menjalankan tugas penegakan hukum di lapangan.

“Latihan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan anggota dalam mendukung tugas kami di lapangan, sehingga anggota ketika bertindak mampu melaksanakan tugas dengan tepat dan profesional, serta menghindari adanya korban baik dari anggota maupun masyarakat,” jelasnya.

Fechy mengatakan program kegiatan rutin ini sudah berjalan selama dua pekan dan masih akan berlangsung selama tiga pekan ke depan dengan berbagai skenario penanganan kejahatan.

“Untuk pelatihan ini dijadwalkan rutin setiap enam bulan sekali. Saat ini sudah berjalan kurang lebih dua minggu dan masih ada sisa tiga minggu lagi. Kami akan terus berlatih demi meningkatkan kemampuan personel dalam melaksanakan tugas,” katanya.

Fechy mengaku, maraknya aksi begal yang terjadi tentunya diperlukan peningkatan kemampuan personel menjadi salah satu langkah strategis dalam menangani pelaku kejahatan jalanan.

“Terkait begal, rekan-rekan juga mengetahui bahwa kasus begal mengalami peningkatan, terutama di Jakarta dalam beberapa bulan belakangan ini. Inilah salah satu bentuk antisipasi kami terhadap tingginya angka kejahatan, khususnya begal di jalan,” ungkapnya.

Dia menegaskan, pihaknya selalu mengedepankan kegiatan penyelidikan, patroli, dan langkah-langkah preventif lainnya, kemampuan personel dalam melakukan penindakan juga menjadi perhatian utama.

Selain itu, personel harus memiliki kesiapan fisik maupun kemampuan teknis saat berhadapan langsung dengan pelaku kejahatan yang berpotensi membahayakan keselamatan petugas dan masyarakat.

“Yang kami utamakan adalah penindakan. Oleh karena itu diperlukan kemampuan anggota dalam melakukan penindakan terhadap pelaku begal. Kita ingat beberapa waktu lalu terdapat anggota Polri yang menjadi korban aksi begal. Karena itu kami mempersiapkan anggota agar saat bertindak di lapangan mereka siap menghadapi setiap ancaman yang ada,” katanya.

Dia mengancam, pelaku kejahatan jalanan untuk tidak membuat aksinya diwilayah hukum Polda Metro Jaya karena akan disikat habis.

“Kami menghimbau kepada para pelaku kejahatan jalanan, terutama begal, jangan sekali-kali melakukan tindak pidana di wilayah hukum Polda Metro Jaya, karena saya jamin akan kami tindak dengan tegas,” tutupnya. VN-SAP

Related posts