Optimistis Perekonomian Indonesia Tahun 2026 Lebih Baik, Ini Catatan Waka Komisi XI DPR pada Tim Ekonomi Pemerintah

banner 468x60

Jakarta, Vanusnews.com – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro optimistis perekonomian Indonesia di tahun 2026 mendatang akan lebih baik lagi di tangan pengelolaan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

“Saya masih optimis di tangan Pak Purbaya akan terjadi reformasi sistem perpajakan (coretax), per tgl 15 Desember 2025 di mana sudah diserahkan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke pihak ketiga. Demikian juga masalah pajak dan bea masuk dan keluar akan diperketat. Lalu PNBP akan ditinjau kembali,” kata Fauzi melalui sambungan telepon kepada wartawan, Sabtu (27/12/2025).

Read More
banner 300x250

Politisi NasDem ini berharap di tahun 2026 nanti, ekonomi Indonesia akan membaik dan belanja yang ditargetkan Presiden Prabowo seperti: MBG, Ketahanan Pangan, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih akan terealisasi.

Fauzi juga optimistis pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026 akan meningkat.

“Ya saya tetap optimis, apalagi kuartal pertama tahun 2026, target pertumbuhan 6 persen, saya masih optimis,” tegas Fauzi.

Fauzi pun mengingatkan ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki Menkeu Purbaya dan Tim Ekonomi Presiden Prabowo guna mencapai target pertumbuhan ekonomi pada tahun depan.

“Pertama, perbaikan sistem perpajakan kita. Dari coretax, ini total wajib pajak, itu kan Rp40 juta, yang bisa masuk coretax itu cuma 3,5 juta orang (yang bisa masuk aplikasi coretax),
artinya tak sampai 10 persen dari potensi wajib pajak 80 juta orang itu, ini jadi target utama kita 2026. Bagaimana mensinkronkan coretax dengan wajib pajak, lebih disederhanakan. Kedua, pendapatan bea masuk dan keluar, PNBP ditingkatkan, emas dan batu bara dimaksimalkan sehingga belanja yang besar-besar tadi dapat direalisasikan,” papar Fauzi.

Fauzi juga menyebut ada beberapa hal urgen yang harus dilakukan pemerintah untuk perbaikan ekonomi di masa mendatang.

“Perbaikan sistem perpajakan, selama yang jadi biang kerok perpajakan adalah coretax dengan anggaran Rp1,5 triliun itu. orang mau bayar pajak terkendala dengan coretax-nya. Oleh karena itu, Pak purbaya harus menekan coretax itu sehingga harus teritegrasi dengan wajib pajak yang 40 juta orang itu, bahkan sampai dengan potensi pajak 80 juta orang,” tutur Legislator asal Dapil Sumsel 1 ini.

“PNBP kita, harga emas dan batu bara masuk dalam pendapatan pnbp dan kalau itu terjadi pendapatan, maka belanja kita produktif. Sebaliknya kalau pendapatan kita shortfall (tidak mencapai target), akhirnya defisit kita melebar,” tutup Fauzi Amro.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *