Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina, PSI Lakukan Perjudian

banner 468x60

Oleh: Jamiluddin Ritonga | Pengamat Komunikasi Politik

Ketua DPP PSI Bestari Barus memastikan Joko Widodo (Jokowi) segera menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai.

Kepastian itu menghilangkan teka teki selama ini tentang inisial Mr. J yang akan menjadi Ketua Dewan Pembina PSI. Jokowi akhirnya lebih memilih mengawal anaknya Kaesang Pangarep untuk membesarkan partai gajah tersebut.

Pilihan posisi Ketua Dewan Pembina juga mengisyaratkan Jokowi belum yakin anaknya Kaesang dapat membesarkan PSI, apalagi mengantarkan PSI ke Senayan. Kaesang dan Pengurus DPP PSI dinilai belum cukup mumpuni untuk mendongkrak elektabilitas partai.

Karena itu, PSI berharap sepenuhnya kepada Jokowi untuk mengerek elektabilitas PSI. Hal ini diyakini PSI akan berhasil bila Jokowi didudukkan menjadi Ketua Dewan Pembina.

Dengan posisi itu, Jokowi dinilai lebih besar daripada PSI. Karena itu, kesediaan Jokowi menjadi Ketua Dewan Pembina akan dianggap berkah bak mendapat durian runtuh.

Hal itu sekaligus mengindikasikan lemahnya SDM PSI. Kualitas SDM partai berlogo gajah ini rupanya belum juga membaik meskipun sudah banyak membajak kader partai lain.

Itu artinya, kader partai lain yang nyeberang ke PSI bukanlah kader terbaik. Mereka bisa jadi hanya kader yang sudah tidak mendapat tempat di partai asalnya sehingga mencari peruntungan di PSI.

Karena itu, PSI tidak bisa berharap banyak kepada kader hasil bajakan itu. PSI akhirnya tetap berharap kepada Jokowi untuk membesarkan partai.

Hanya bertumpu kepada Jokowi tentu sangat beresiko. Apalagi masa keemasan Jokowi tampaknya sudah berakhir.

Jokowi saat ini lebih banyak berhadapan dengan persoalan pribadinya. Ia harus menghadapi masalah ijazahnya yang hingga saat ini belum ada tanda-tanda usai.

Saat ini Jokowi juga dinilai sosok kontroversial. Bahkan kondisi Indonesia saat ini dinilai banyak pihak sebagai warisan Jokowi saat berkuasa.

Karena itu, bagi sebagian besar rakyat Indonesia Jokowi bukan lagi sosok panutan. Jokowi juga bukan lagi sosok yang menginpirasi.

Dengan situasi demikian tampaknya sulit mengharapkan Jokowi dapat mendongkrak elektabilitas PSI. Jokowi juga akan sulit dapat mengantarkan PSI ke Senayan.

Karena itu, menempatkan Jokowi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI tampaknya seperti berjudi. Hasilnya nanti akan terlihat saat Pileg 2029. PSI akan sampai ke Senayan atau tetap jadi partai gurem.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *