JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi dan penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi Nasional.
Menurut Nurhadi, evaluasi dalam sistem pemerintahan merupakan hal yang wajar guna memastikan setiap program prioritas nasional berjalan lebih baik dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Kami menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi dan penyegaran kepemimpinan di BGN. Dalam sistem pemerintahan, evaluasi merupakan hal yang wajar dan diperlukan untuk memastikan setiap program prioritas nasional berjalan semakin baik,” kata Nurhadi kepada para wartawan, Rabu (3/6/2026).
Nurhadi juga menyampaikan apresiasi kepada Dadan Hindayana beserta jajaran wakil kepala badan yang mengakhiri masa tugasnya.
Menurut Nurhadi, mereka telah memberikan kontribusi penting dalam membangun fondasi kelembagaan BGN sejak awal pembentukannya.
Nurhadi menilai, membangun lembaga baru dengan cakupan program sebesar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukanlah pekerjaan mudah.
“Berbagai infrastruktur kelembagaan, sistem pelayanan, dan jaringan pelaksanaan program, kata dia, telah mulai terbentuk selama masa kepemimpinan sebelumnya,” kata Nurhadi.
Meski demikian, lanjut Nurhadi, pergantian kepemimpinan harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.
Dirinya menegaskan, MBG merupakan investasi strategis bangsa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Pelaksanaannya harus semakin profesional, akuntabel, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” seru Nurhadi.
Nurhadi juga mengucapkan selamat kepada Nanik S. Deyang yang dipercaya Presiden untuk memimpin BGN.
Nurhadi menilai, amanah tersebut sangat besar mengingat tingginya harapan masyarakat terhadap keberhasilan program MBG.
Nurhadi berharap, kepemimpinan baru dapat segera melakukan konsolidasi serta memperkuat pengawasan di seluruh rantai pelaksanaan program, mulai dari pengadaan bahan pangan, proses produksi, distribusi, hingga kualitas dan keamanan makanan yang diterima penerima manfaat.
Selain itu, Nurhadi menekankan pentingnya BGN untuk lebih fokus pada peningkatan kualitas layanan dibanding sekadar mengejar target kuantitas penerima program.
Menurut Nurhadi, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dampaknya terhadap perbaikan status gizi anak, penurunan angka stunting, peningkatan kesehatan ibu hamil, dan kualitas generasi masa depan Indonesia.
Lebih lanjut, Nurhadi mendorong BGN agar semakin terbuka terhadap masukan dari DPR RI, pemerintah daerah, akademisi, tenaga kesehatan, pelaku usaha pangan, hingga masyarakat sipil.
“Program sebesar MBG membutuhkan kolaborasi yang kuat agar setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi rakyat,” lugas Nurhadi.
Nurhadi menegaskan, Komisi IX DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif guna memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan, yakni menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.
“Semoga kepemimpinan baru di BGN dapat membawa semangat perbaikan, memperkuat kepercayaan publik, serta mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” pungkas Nurhadi. VN-DAN
