MAKASSAR, VANUSNEWS.COM | Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A Paliwang S.H., M.Hum, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tragis yang menimpa salah seorang mahasiswi asal Kaltara di kota Makassar.
Korban di duga menjadi sasaran penyekapan dan kekerasan seksual selama tiga hari berturut-turut di ibu kota Sulawesi Selatan tersebut.
Gubernur Zainal, yang sedang berada dalam agenda kerja di Makassar, langsung bergerak cepat mengunjungi korban di asrama putri tempat ia bernaung.
Kunjungan tersebut didampingi oleh Polsek setempat guna memastikan kondisi keamanan dan kesehatan mental sang mahasiswi, Kamis (14/05/26) kemarin.
Dalam pernyataannya kepada awak media usai pertemuan tertutup, Zainal menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah pemilihan trauma korban.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Fokus utama kami sekarang adalah memberikan perawatan psikologis yang intensif. Korban mengalami trauma yang sangat berat akibat kejadian ini, dan kami memastikan ia mendapatkan pendampingan dari ahli psikolog yang tepat,” ujar Gubernur Zainal.
Gubernur Zainal mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan media untuk tidak menyebarluaskan identitas atau detail pribadi korban demi menjaga privasi dan membantu proses pemulihan mentalnya.
Tak hanya memberikan dukungan moral, Zainal A Paliwang secara tegas meminta Kapolda Sulawesi Selatan untuk memberikan atensi khusus pada kasus ini.
Ia mendesak agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum dengan seadil-adilnya.
“Saya meminta bantuan kepada Kapolda Sulawesi Selatan dan seluruh jajaran kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Jangan sampai pelaku berkeliaran bebas. Ini adalah tindak kriminal serius yang merusak masa depan generasi muda kita,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mahasiswi tersebut dikabarkan menghilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan setelah disekap selama tiga hari.
Rekan-rekan korban diasrama menyambut kedatangan Gubernur Zainal dengan harapan besar agar keadilan dapat segera ditegakkan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui dinas terkait akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan bantuan hukum serta medis tersalurkan dengan maksimal bagi mahasiswi tersebut hingga proses hukum selesai. VN-ARM
