JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Ada pemandangan berbeda dilingkungan Satpas SIM Daan Mogot Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya belasan anggota yang berasal dari Satuan Brimob Polda Metro Jaya dengan menenteng senjata laras panjang terlihat berjaga-jaga.
Mereka ditempatkan mulai dari pintu gerbang menuju pintu masuk
Satpas SIM Daan Mogot Direktorat Lallulintas Polda Metro Jaya.
Terlihat tenda dibangun disamping pintu mssuk gedung Satpas SIM Daan Mogot Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya yang berisi belasan personil Brimob.
Dari pantauan www.vanusnews.com/, Jumat (10/7) keberadaan belasan anggota Brimob yang tidak lazim tersebut tidak mengganggu pelayanan masyarakat yang akan membuat SIM.
Meski demikian, pemeriksaan tetap dilakukan oleh anggota Provost Polda Metro Jaya didepan pintu masuk gedung
Satpas SIM Daan Mogot Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya.
“Memang sempat ditanya-tanya oleh petugas perihal kedatangan dan kelengkapan berkas untuk proses pembuatan SIM,” kata Rahmat (35) warga Condet, Jaktim ini kepada www.VanusNews.com, Jumat (10/7).
Rahmat yang pertama kali mengurus SIM A ini awalnya sempat bingung.Kebingungan terlihat banyak anggota Satuan Brimob Polda Metro Jaya
“Saya lihat kok ketat benar di Satpas SIM Daan Mogot Direktorat Lallulintas Polda Metro Jaya ini banyak anggota Brimob seperti ada teroris saja,” canda Rahmat.
Rahmat mengatakan, kebingungannya pecah setelah petugas Satpas SIM Daan Mogot Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya bersikap ramah dalam memberikan pelayanan kepada pemohon SIM.
“Anggota Satpas SIM Daan Mogot Direktorat Lallulintas Polda Metro Jaya melayani dengan baik.Selalu menyapa saya dengan membantu dalam pelayanan proses pembuatan SIM,” pungkas Rahmat.
Hal Senada dikatakan Abdul Rosyid warga Kembangan, Jakbar yang merasa terbantu dengan layanan petugas Satpas SIM Daan Mogot Direktorat Lallulintas Polda Metro Jaya.
“Pelayanannya tidak bertele- tele dan memberikan informasi yang cepat.Saya merasa senang dengan layanan di
Satpas SIM Daan Mogot Direktorat Lallulintas Polda Metro Jaya,” katanya.
Polda Metro Jaya mengerahkan ratusan personil Satuan Brimob untuk memperketat pengamanan terhadap kantor Kepolisian yang bersentuhan dengan pelayanan publik seperti Kantor Samsat, Satpas SIM dan gedung BPKB Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya Tindakan ini, dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pasca penggerebekan di 12 lokasi yang dilakukan oleh Tim gabungan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya yang diduga melibatkan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung RI Febrie Adriansyah atas dugaan kasus korupsi di PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel. VN-SAP
