Korban Tewas Tabrakan KA di Bekasi 15 Orang, PMJ Belum Tetapkan Tersangka

JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Polda Metro Jaya mengumumkan jumlah korban tewas dalam musibah kecelakaan antara KRL dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek bertambah menjadi 15 orang.

“lya, ada 15 (korban) meninggal dunia,” ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Metro Jaya, Martinus Ginting, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026) kemarin.

Read More

Menurut Kepala Bidang Humas (Kabidhumas) Polda Metro Jaya KBP Bhudi Hermanto, pihaknya belum menetapkan status tersangka dalam peristiwa memilukan itu.

“Pertama, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” kata Hermanto, Rabu (29/4).

Hermanto menuturkan, untuk total korban mencapai 106 orang. Dimana, sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, dengan 44 orang telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani perawatan. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tercatat 16 orang setelah adanya penambahan satu korban dari RSUD Kota Bekasi.

“Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” jelas Hermanro.

Hermanto menuturkan, kemungkinan apapun akan didalami oleh petugas termssuk dugaan human eror (kelalaian manusia).

“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ujar Hermanto.

Mantan Kepala Satuan Reskrim Polres Jaksel ini mengingatkan masyarkat yang akan melintasi perlintasan KA untuk selalu berhati-hati.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api dan selalu mendahulukan perjalanan kereta. Selain itu, jangan menyebarkan foto atau video korban karena dapat berdampak psikologis bagi keluarga,” tutup Hermanto.

Sebelulnya, peristiwa bermula sebuah taksi mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang di Jalan Ampera dekat dengan Stasiun KA Bekasi Timur. Kondisi tersebut menghambat laju KRL yang melintas dan memicu kejadian awal.

Namun, tidak bergitu lama berselang, rangkaian KRL yang sempat berhenti kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi yang datang dengan kecapatan tinggi.

Akibatnya, terjadi benturan keras yang menyebabkan kerusakan parah serta menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.Korban terparah terjadi di gerbong KRL khusus wanita. VN-SAP

Related posts