KENDARI – VANUSNEWS.COM | Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menggelar konsolidasi nasional di Hotel Danau Toba, Sumatera Utara, pada 19–21 Juni 2026. Kegiatan yang dirangkaikan dengan perayaan ulang tahun ke-21 LIRA itu mengangkat tema penguatan pengawasan dan pemberantasan korupsi.
Ketua Umum DPP LSM LIRA, HM Jusuf Rizal, menyatakan bahwa konsolidasi ini menjadi ajang peneguhan komitmen organisasi dalam mendukung pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
“LSM LIRA adalah mitra pemerintah, bukan lawan. Kami siap menjadi corong rakyat untuk melaporkan indikasi penyimpangan,” ujar Jusuf Rizal, Senin (22/6/2026) lalu.
Gubernur LSM LIRA Sulawesi Tenggara (Sultra), Bung Asran, menegaskan pihaknya akan memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara di daerah. Ia menilai kondisi darurat korupsi saat ini membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kami pastikan akan memperkuat konsolidasi pengawasan penggunaan uang negara di Sulawesi Tenggara. Negara kita saat ini sudah dalam status darurat korupsi,” tegas Bung Asran.
Bung Asran juga menyoroti dampak korupsi yang merugikan keuangan negara dan mengancam masa depan bangsa. Ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap oknum pejabat yang terbukti korup.
“Kami tuntut ketegasan aparat penegak hukum untuk tidak mentolerir siapa pun yang terlibat. Program-program kesejahteraan rakyat tidak boleh menjadi lahan korupsi,” tambahnya.
LSM LIRA menyatakan siap mengawal pelaksanaan program-program nasional, termasuk jalur pengaduan “Prabowo-Gibran Anti Korupsi”. Bung Asran optimistis, konsolidasi ini dapat mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, khususnya di Sulawesi Tenggara. VN-ARM
