JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Subdit Ranmor Direktorat Reserse Krminal Umum Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gudang yang dijadikan tempat penampungan dan kanibalisme onderdil motor roda dua sebelum dkirim ke negara Afrika seperti Tahiti dan Togo yang berlokasi di Jalan Kemandoran VIII Kebayoran Lama, Grogol Utara, Jaksel, Seni (11/5).
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya KBP Iman Imannudin, dilkokasi petufas menyita barang bukti (BB) sebanyal 1.494 unit sepeda motor dengam rincia sebanyak957 unit masih dalam kondisi utuh dan 537 unit lainnya sudah dalam kondisi terbongkar.
“Kendaraan tersebut diduga berasal dari perbuatan tindak pidana. Pihak terkait tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan yang sah, seperti faktur maupun dokumen kendaraan lainnya,” kata Iman.
Iman menuturkan, polisi telah menetapkan 1 orang sebagai tersangka berinsial WS. Namun, polisi masih mendalami pihak lainnya.
“Saat ini baru satu tersangka yang kami tetapkan. Namun penyidikan masih terus dikembangkan karena perkara ini diduga melibatkan jaringan yang saling berkaitan,” jelas mantan Kapolres Bogor ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, kasus ini menjadi perhatian penyidik lantaran negara telah dirugikan.
“Praktik seperti ini menjadi ancaman serius. Tempat penampungan kendaraan tanpa dokumen sah dapat menjadi ruang bagi berulangnya kejahatan kendaraan bermotor di masyarakat,” kata Bhudi.
Bhudi menegaskan, masyarakat, dealer, pelaku usaha, maupun lembaga pembiayaan yang merasa memiliki keterkaitan dengan kendaraan yang sedang didalami dapat berkoordinasi dengan penyidik dan proses hukum dilakukan profesional, transparan, dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
“Polri hadir sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan. Kami mengajak masyarakat menjaga ketertiban, melindungi data pribadi, serta segera melapor melalui layanan 110 jika mengetahui dugaan tindak pidana,” pungkas mantan Kepala Reskrim Polres Tangsel ini. VN-SAP








