PDAM Nunukan Setor Deviden Rp2,6 Miliar di Tahun 2026

banner 468x60

NUNUKAN, VANUSNEWS.COM | Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Taka Kabupaten Nunukan optimis dapat memberikan kontribusi deviden yang lebih besar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan pada tahun buku 2025 yang telah disetorkan di tahun 2026.

Angka tersebut diproyeksikan mencapai Rp2,6 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada diangka Rp2,4 miliar.

Read More
banner 300x250

Direktur PDAM Tirta Arpiansyah, menjelaskan bahwa kenaikan ini dipicu oleh kondisi operasional yang jauh lebih stabil pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024.

“Pendapatan di tahun 2024 memang agak menurun karena faktor alam. Kita sempat mengalami kemarau panjang selama kurang lebih lima bulan yang mengganggu pelayanan dan berdampak pada pendapat,”  ujar Apriansyah, Minggu (29/03/26).

Selain cuaca yang lebih bersahabat di tahun 2025, kenaikan deviden ini didukung oleh beberapa faktor.

Adanya penambahan jumlah pelanggang baru yang cukup signifikan, saat ini tarif air masih dipertahankan kisaran RT 4.000 perkubik tanpa ada kenaikan harga bagi masyarakat, management memastikan bahwa gaji karyawan dan kewajiban operasional seperti tagihan listrik tetap berjalan lancar tanpa kendala teknis.

Mesti mencatat tren positif dari sisi pendapatan, PDAM Nunukan mengakui masih menghadapi tantangan teknis dilapangan.

Saat ini, pihak PDAM sedang memberlakukan sistem pengaliran bergilir di wilayah pelayanan Embung Bolong akibat menyusutnya ketersediaan air baku.

“Kami masih menerima laporan terkait bocoran pipa dan saat ini memang ada giliran aliran karena air baku sedang surut. Kami berharap masyarakat bisa bersabar dan mendoakan agar curah hujan segera meningkat sehingga pelayanan bisa kembali maksimal,” tambahnya.

Pihak PDAM berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan seiring dengan target kontribusi PAD yang terus meningkat bagi kabupaten Nunukan.

Ketua Komisi II DPRD Nunukan Andi Fajrul Syam S.H, menanggapi laporan mengenai deviden PDAM Tirta Taka Nunukan yang mencapai Rp2,6 miliar.

Meski angka tersebut tergolong besar, pihak komisi 2 belum bisa memberikan penilaian penuh sebelum memeriksa laporan hasil dari Kantor Akuntan Publik (KAP).

Andi Fajrul mengungkapkan bahwa kami di komisi 2 belum menerima rilis detail mengenai laporan keuangan PDAM Tirta Taka.

Ia menyayangkan bahwa saat penyerahan deviden kemarin, komisi 2 selaku sektor yang membidangi masalah ini tidak dilibatkan oleh Pemerintah daerah maupun PDAM.

“Kami dari komisi 2 tidak diikutsertakan dalam penyerahan deviden, jadi kami belum bisa melihat laporan secara utuh. Rencananya, kami akan memanggil pihak PDAM dalam rapat kerja untuk mengklarifikasi hal ini,’ ujar Andi Fajrul
Selain masalah deviden, sorotan utama tertuju pada kondisi embung Bolong yang kian memprihatinkan.

Berdasarkan kunjungan lapangan terbaru, stok air baku di embun tersebut sangat kritis dengan sisa ketinggian hanya 1,35 meter dari permukaan tanah.

Kondisi ini diprediksi hanya mampu bertahan selama 3 atau 4 hari kedepan jika hujan tidak turun diwilayah Nunukan.

Menanggapi deviden senilai Rp2,6 miliar tersebut, Komisi 2 DPRD Nunukan berharap dana yang ada dapat dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur air, diantaranya; perluasan embung Bolong untuk meningkatkan kapasitas tampung air baku agar tidak mudah krisis saat musim kemarau, memastikan wilayah yang selama ini belum teraliri air bersih, seperti daerah Manasapa, Sungai Jepun, Binusan hingga Sedadap segera mendapatkan hak dasar mereka air bersih.

Komisi 2 menegaskan bahwa capaian laba perusahaan harus berbanding lurus dengan peningkatan pelayanan publik, terutama dalam menjamin ketersediaan air bagi seluruh lapisan masyarakat Nunukan. VN-ARM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *