JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya belum menentukan tersangka dalam temuan 74 Kg Emas dan Rp282,4 miliar dirumah mewah milik mantan Jaksa Muda Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah dikawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya KBP Bhudi Hermanto, penetapan tersangka akan diumumkan salam waktu dekat.
“Bukan malam ini, tetapi akan dalam waktu dekat kami akan menyampaikan terkait tentang tersangka dalam perkara yang ditangani oleh join investigasi, oleh Kortas dan Polda Metro Jaya,” kata Bhudi kepada wartawan di Gedung Presisi Polda Metro Jaya, Jumat (10/7) malam.
Bhudi mengkalim, langka yang dilakukan pihak Polda Metro Jaya dan
Kortastipidkor Polri telah mendapatkan dukungan dariPresiden Prabowo Subianto.
“Kami yakin dan percaya bahwa seluruh kementerian dan lembaga pasti akan mendukung untuk pemberantasan korupsi. Apalagi itu sudah menjadi program prioritas Bapak Presiden. Kami jamin dan itu bersama-sama sinergi dan kolaborasi dalam menuntaskan perkara-perkara korupsi,” jelas Bhudi.
Bhudi menambahkan, pihaknya sudah melakukan penggeledahan di 12 lokasi berbeda dan sudah memeriksa 15 orang sebagai saksi.
“Pada kesempatan ini telah dilakukan penggeledahan sebanyak 12 TKP. Adapun hasil yang dapat kami sampaikan, yang pertama yaitu lokasi kediaman di rumah Parahyangan Golf Nomor 2, Babakan Madang, Kabupaten Bogor,” ujar Bhudi.
Budhi menjelaskan, barang bukti (BB) ditemukan oleh penyidik disejumlah lokasi penggeledahan yang diduga milik Febrie Adriansyah
“Dari lokasi tersebut ditemukan barang bukti berupa 74 kilogram emas batangan, sebagaimana rekan-rekan lihat di depan, uang tunai sebesar 4.767.300 dolar Amerika Serikat (USD), 14.083.800 dolar Singapura (SGD), serta Rp100.000.000, dan barang bukti berupa dua bingkai foto keluarga.
Barang bukti pada TKP lokasi penggeledahan money changer berupa uang tunai Rp4.462.462.365, 84.356 USD, 17.595 Riyal Saudi, 83.394 SGD, 33.100 Baht Thailand, 4.020 Lira Turki, 1.223 Yuan, 152.000 Yen, 212 Ringgit, 1.600 Rupee, 640 dolar Australia, 61.000 Won Korea, 10 Dolar Brunei, 150 Dong Vietnam, dan 100 Dolar Selandia Baru dan dari lokasi yang dilakukan penggeledahan, yaitu Cafe The Clan di wilayah Cipedak, ditemukan 3.130.000 SGD, 889.965 USD, serta uang tunai sebesar Rp259.159.000.
Kemudian pada salah satu TKP lainnya, yaitu sebuah rumah di daerah Cilandak, Jakarta Selatan ditemukan uang tunai sebesar Rp520.000.000 dan 133.000 USD.
Dari hasil yang ditemukan tersebut, serta berdasarkan keterangan dari 15 orang saksi yang telah dimintai keterangan hingga saat ini, penyidik melakukan langkah-langkah pendalaman terkait dugaan tindak pidana korupsi, baik berupa suap, gratifikasi, maupun tindak pidana pencucian uang,” ungkap Bhudi.
Mantan Kepala Satuan Reskrim Polres Jaksel ini memastiikan akan melakukan pemeriksaan terhadap Febrie Adriansyah terkait kasus tersebut.
“Nanti dalam proses, ini kan masih secara teknis dan materi masih berlangsung, tim masih terus bergerak. Nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan untuk waktu kapan akan dilakukan pemanggilan, termasuk perkembangan dari perkara yang sedang ditangani,” pungkas Bhudi.
Sebelumnya pihak Polda Meteo Jaya dan Kortas Polri sedang melakukan pengusutan 3 kasus korupsi kakap yaitu PLN, Krakatau Stell dan ASABRI.
Langkah berani Polri ini sempat menimbulkan ketegangan dengan Kejagung dan disebut-sebut TNI ikut turun tangan dengan mendukung Kejagung.
Buntutnya, Polda Metro Jaya memamerkan kekuatan dengan mengerahkan ratusan peesonil dari Satuan Brimob untuk melakukan pengamanan dikantor pelayanan publik yang didalamnya ada unsur kepolisian seperti Samsat, Satpas SIM dan Gedung BPKB Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya.
Gedung Promoter tempat Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Esi Suheri tidak luput mendapatkan pengamanan ekstra ketat dari Brimob bersenjata dan mobil taktis milik Brimob terparkir didepan gedung Presisi. VN-SAP
