PMJ Dalami 3 Tersangka yang Berencana Bikin Onar Saat Natal dan Tahun Baru

banner 468x60

Jakarta, VanusNews.com | Polda Metro Jaya masih mendalami apakah tiga pelaku akan membuat rusuh pada malam Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti.

“Kami belum tahu itu. Kami masih dalami,” kata kepada Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto kepada VanusNews.com di Mapolda Metro Jaya, Senin (8/12).

Read More
banner 300x250

Namun, Hermanto menghimbau kepada orangtua untuk mengawasai putra dan putrinya agar tidak termakan asutan ketiga pelaku untuk terlibat rusuh.

“Kami menghimbau kepada setiap orangtua untuk mengawasi putra-putrinya agar tidak dimanfaatkan ikut terasut melakukan aksi anarkir. Kami juga telah menyiapkan call center 110 yang cepat langsung datang dalam membantu masyakat,” jelas Hermanto.

Sementara itu, Kasubdit III Direktorat Cybercrime, Polda Metro Jaya AKBP Rafles Langgak Putra Marpaung mengatakan, unuk peran tiga orang tersangka berinisial BDM, TSF dan YM memiliki peran yang berbeda satu sama lainnya.

Untuk, tersangka BDM akun media sosial @badanpeledak dan membuat postingan hasutan untuk melakukan aksi rusuh. BDM berperan merakit bom molotov atas permintaan tersangka TSF.

“Bahwa saudara BDM membuat bom Molotov atas permintaan dari saudara TSF. Saya ulangi, saudara TSF yang sebelumnya melakukan pertemuan di kegiatan pasar gratis di Bilangan Benhil sekitar bulan September 2025,” kata Kasubdit III AKBP Rafles Langgak Putra Marpaung kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Senin (8/12).

Menurutnya, petugas juga menyits barang bukti( BB) sebanyak 6 buah bom molotov yang siap digunakan.

“Membuat 6 buah bom molotov yang masih tahap setengah jadi yang nantinya akan diselesaikan dan diberikan kepada pemesan yaitu saudara TSF alias Verdatius,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka TSF merupakan admin akun Instagram @verdatius. Rafles menyebut awalnya akun tersebut mengunggah konten konspirasi.Namun, berubah menjadi konten ajakan aksi rusuh.

“Ada juga akun-akun lain yang terafiliasi mempersiapkan kerusuhan dalam kegiatan unjuk rasa. Salah satunya adalah dengan memposting pembuatan bom pipa, merencanakan penyerangan ke kantor polisi, dan menjebak polisi ke tempat yang sudah dipersiapkan. Demikian yang bisa saya sampaikan terhadap penangkapan kedua tersangka,” jelasnya.

Sedangkan, Kasubdit IV Ditres Siber Polda Metro Jaya AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon mengatakan, untuk tersangka YM merupakan pemilik akun @catsrebel. YM mengunggah postingan yang berisikan foto bahan peledak untuk aksi rusuh nantinya.

“Pada saat dilakukan penangkapan di TKP di Bandung, kita menemukan juga beberapa alat, yaitu berupa bom molotov yang sudah disiapkan untuk melakukan aksi rusuh, dan didukung beberapa data dokumen elektronik dari handphone dan akun media sosial yang dikuasai oleh pelaku,” kata Herman Edco Wijaya Simbolon.

Sedangkan, Wakil Direktur Siber, Direktorat Siber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus mengatakan, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri meminta kasus tersebut untuk diusut tuntas.

“Kami tegaskan di sini bahwa sesuai dengan arahan bapak Kapolda Metro Jaya, kami akan terus melakukan pengembangan terjadap jaringan kelompok rusuh ini,” kata Fian Yunus.

Dikatakannya, ketiga pelaku akan melakukan aksinya pada bulan Desember 2025 ini.

“Berdasarkan bukti elektronik yang ada motifnya mereka hanya membuat rusuh, kemudian apakah satu jaringan itu masih kita dalami. Kemudian kelompok atas atas apakah sudah teridentifikasi? itu sedang kami dalami juga,” ungkap Fian.

Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 45 ayat 8 Jo Pasal 27 B ayat (1) dan atau Pasal 45B Jo Pasal 29 Undang-Undang ITE dan/atau Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 336 KUHP. VN-SAP

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *