TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Narkoba, Oleh Soleh: Perketat Jalur Laut

JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh mengapresiasi keberhasilan TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggagalkan penyelundupan narkoba jenis ketamin seberat 1,3 ton di Kapal MV King Sun melalui perairan Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (6/8/2026).

Soleh menilai, keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan dan patroli secara konsisten di wilayah perairan Indonesia.

Read More

Terlebih, lanjut Soleh, apabila dihitung dengan asumsi harga ketamin mencapai Rp2 juta per gram, barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan memiliki nilai ekonomis sekitar Rp2,6 triliun.

“Ini jumlah yang sangat besar. Keberhasilan TNI AL menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin patut diapresiasi. Bayangkan jika barang ini berhasil masuk dan beredar di masyarakat, dampaknya akan sangat berbahaya,” kata Soleh kepada para wartawan, Selasa (11/8/2026).

Menurut Soleh, jalur laut masih menjadi salah satu pintu masuk yang rawan dimanfaatkan jaringan narkoba untuk memasukkan barang terlarang ke Indonesia.

“Kondisi geografis Indonesia yang memiliki wilayah perairan sangat luas serta banyaknya jalur tikus menjadi tantangan tersendiri dalam pemberantasan penyelundupan narkoba,” jelas Oleh Soleh.

Karena itu, Soleh meminta TNI AL terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah perairan, khususnya kawasan yang selama ini rawan dijadikan jalur penyelundupan.

“Patroli harus terus dilakukan dan semakin diperkuat. Selama ini jalur laut sering dijadikan pintu masuk peredaran narkoba. Banyak jalur tikus yang bisa dimanfaatkan untuk menyelundupkan narkoba ke Indonesia,” ujar Soleh.

Soleh juga meminta aparat tidak ragu melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku penyelundupan narkoba.

Menurut Soleh, jaringan narkoba biasanya memiliki struktur yang kuat dan berpotensi melibatkan pihak-pihak yang berupaya melindungi atau menjadi beking.

“TNI harus tegas melakukan penindakan. Jangan takut dengan siapa pun yang menjadi beking jaringan narkoba. Negara tidak boleh kalah dengan jaringan narkoba,” tegas Soleh.

Soleh menambahkan, pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja.

“Diperlukan koordinasi dan kerja sama yang semakin kuat antara TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN), mulai dari pengawasan pintu masuk, penindakan, pengungkapan jaringan, hingga pemutusan jalur distribusinya,” cetus Soleh.

Soleh berharap keberhasilan TNI AL menggagalkan penyelundupan ketamin tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan perbatasan dan wilayah perairan Indonesia.

“Jangan sampai Indonesia menjadi pasar bagi narkoba internasional. Pengawasan di laut harus diperketat, jalur-jalur tikus harus dipetakan, dan setiap upaya penyelundupan harus ditindak tegas,” pungkas Oleh Soleh. VN-DAN

Related posts