TARAKAN, VANUSNEWS.COM | Kondisi Pelabuhan Tengkayu 1 (SDF) Tarakan Kalimantan Utara yang menjadi pintu utama keluar-masuk Pejalan kaki penumpang dinilai masih memperihatinkan. Aliansi Ormas Kaltara (ALOK) menyoroti berbagai keluhan mulai dari genangan air hingga minimnya perawatan fasilitas.
Pintu masuk pelabuhan kerap tetgenang air saat hujan. Permukaan yang berlumut serta kurangnya perawatan fasilitas pejalan kaki menjadi bukti lemahnya pengelolaan dan minimnya perhatian terhadap fasilitas publik yang vital.
Sekretaris Jenderal Alok, Ridwan Bansir, menegaskan kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jasa.
“Fasilitas yang seharusnya menjadi wajah daerah justru terkesan diabaikan. Ini mencoreng citra kota Tarakan di mata masyarakat dari luar daerah,” ujar Ridwan.
Ridwan secara tegas mendesak pihak pengelola dan instansi terkait untuk tidak lagi abai. Diperlukan tindakan nyata dan segera, bukan sekedar wacana dalam melakukan pembenahan menyeluruh.
Adapun tuntutan utama yang disampaikan Ridwan adalah perbaikan fasilitas pejalan kaki agar tidak terjadi genangan air kedepannya.
“Selain itu mereka juga meminta perawatan rutin dan pembersihan lumut di area pintu masuk,” tutup Ridwan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan tersebut. VN-ARM








