Ketua Komisi III DPRD Kaltara Desak Perbaikan Jalan Pelabuhan SDF Tarakan

banner 468x60

JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Adanya kritikan yang dilontarkan Sekretaris Jenderal Aliansi Ormas Kaltara (Alok) Ridwan Bansir terkait kondisi akses jalan pelabuhan Tengkayu 1 SDF Tarakan Kalimantan Utara yang saat ini sangat memprihatinkan, mulai dari genangan air, jalanan becek dan licin mendapat respon dari Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kaltara.

Jufri Budiman menyatakan bahwa pihaknya telah berulang kali menjalin komunikasi dengan pihak pengelola, dalam hal ini Roswan, untuk mendesak percepatan perbaikan infrastruktur tersebut.

Read More
banner 300x250

“Saya sudah sering menelpon maupun mendatangi Roswan. Intinya, jalan masuk dan keluar pelabuhan itu harus segera dibenahi,” tegas Jufri Budiman, Kamis (09/04).

Menurut Jufri Budiman, perbaikan jalan tersebut dipastikan akan terealisasi dalam waktu dekat. Ia mengungkapkan bahwa alokasi anggaran untuk proyek pembenahan ini sudah masuk dalam perencanaan tahun anggaran 2026.

“Tahun ini harus segera dikerjakan karena anggarannya sudah masuk,* tambahnya.

Menanggapi adanya alasan dari pihak pengelola terkait pengurangan tenaga outsourcing dari 14 orang menjadi 7 orang Setya status bangunan yang dianggap bangunan lama, Jufri Budiman menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh menjadi penghalang.

Menurutnya, akses pelabuhan adalah fasilitas umum yang sangat Vital bagi masyarakat, sehingga pemeliharaannya tidak boleh di tunda dengan alasan teknis internal maupun usia bangunan.

“Tidak ada alasan bagi pengelola, selama ada jalan yang kondisinya tidak baik, apalagi ini fasilitas umum, harus segera diperbaiki,” pungkasnya.

Pihak pengelola Pelabuhan Tengkayu 1 SDF Tarakan Roswan, memberikan klarifikasi , ia menjelaskan bahwa kendala utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan personil kebersihan akibat proses transisi kebijakan tenaga kerja.

Roswan mengungkapkan bahwa sejak awal tahun 2026, terjadi pengurangan tenaga kebersihan yang cukup signifikan. Dari total 14 orang yang bertugas tahun lalu , saat ini hanya tersisa 7 orang personel organik yang terbagi dalam dua shift.

“Tenaga kami yang ada cuma 7 orang, dibagi dua jadi 3-4 orang per shift. Tenaga outsourcing yang biasanya membantu saat ini masih dalam proses lelang di Dinas Perhubungan,” ujar Roswan.

Kondisi ini menyebabkan pembersihan area pelabuhan tidak bisa dilakukan secara instan setiap saat, ketika cuaca hujan turun deras.

Terkait video yang menunjukkkan air hujan masuk ke area terminal (tempias), Roswan mengakui bahwa hal tersebut disebabkan oleh desain bangunan terminal lama yang masih digunakan. Menurutnya, jarak antara dermaga baru yang megah dengan terminal lama menjadi tantangan tersendiri.

Ia berharap kedepannya terdapat pembangunan terminal baru yang lebih representatif dan terintegrasi dengan area parkir guna meningkatkan kenyamanan penumpang.

“Harusnya setelah ada parkir itu, ada terminal baru. Jadi ada jarak, tidak seperti sekarang yang masih menggunakan terminal lama,” tambahnya.

Roswan menjawab pertanyaan dari awak media mengenai alokasi dana dari retribusi parkir, Roswan menegaskan bahwa sebagai unit dibawah naungan Dinas Perhubungan, seluruh pendapatan retribusi di setorkan langsung ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

“Kami sebagai pengelola, jadi setiap hari kami menyetor retribusi ke Bapenda. Kami tidak bisa langsung mengelola uang tersebut karena anggaran kegiatan harus melalui mekanisme di Dinas Perhubungan,” jelasnya.  VN-ARM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *