JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Ada pemandangan yang berbeda disetiap loket dipengurusan kendaraan bermotor di Samsat Jaksel, Selasa (21/4).
Rupanya, hari ini bertepatan dengan Hari RA Kartini sosok pejuang wanita lewat bukunya berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” mampu mengangkat harkat dan martabat kaum wanita di Idonesia yang semasa zaman penjajahan dipandang sebelah mata.
Dari pantauan www.VanusNews.com Polwan yang bertugas terlihat anggun mengenakan pakaian kebaya. Tidak terlihat sosok layaknya sebagai srikandi Bhayangkari.
Dengan keramahan melayani wajib pajak (WP) yang mengurus surat-surat kendaraan bermotor
Tidak hanya, polwan yang mengenakan pekaian kebaya. Pemandangan serupa terlihat yang mana petugas kasir Bank DKI mengenakan pakaian kebaya.
Tentunya, bagi WP hal imi membuat suasana yang bebeda dan bentuk sosok wanita asli Indonesia.
Salah seorang WP bernama Ahmad Subekti( 45l warga Cipete, Jaksel yang melakukan perpanjangan pajak STNK mobil mengatakan, petugas yang melayani dengan mengenakan kebaya menunukan pemandangan yang berbeda seolah- olah bukan di kantor Kepolisian.
“Saya kira bukan Polwan tetapi sipil.Setelah saya tanya-tanya si Mbak seorang Polwan karena mengenakan kebaya,” kata Subekti kepada www.VanusNews.com, Selasa (21/4).
Tidak hanya ramah, menurut Subekti, seharusnya pelayanan ke masyarakat dilihat dari.penampilan.
“Kadang kita melihat seragam polisi suka takut.Tapi, dengan penampilan yang yang ayu kita merasa tenang,” jelas subekti.
Hal yang sama dikatakan WP lainnya bernama Ny Liliani warga Pesanggrahan, Jaksel mengaku tidak tahu Hari RA Kartini
“Saya tidak tahu kalai hari ini adalah Hari Kartini.Saya sempat mengira pakaian kebaya yang dikenakan bagian dari ketentuan kerja hariqn biasa,” katanya.
Namun, dia sebagai sosok wanita Indomesia mengaku bangga setiap even besar kebaya sikenakan oleh wanita Indonesia.
“Tidak hanya pamandangan wanita berkebaya. Namun, pelayanan para petugas Samsat Jaksel ramah dan saya merasa terbantu,” pungkasnya. VN-SAP








