JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Sebagai bentuk sinergitas antara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama wartawan terlihat dengan kegiatan pembagian takjil didepan Mabes Polri Jalan Trunojoyo Nomor 3 Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (25/2). Kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
Menurut Sugit, kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi yang harus dijaga bersama.
“Dan ini tentunya bagian dari upaya kita untuk terus menjaga tali silaturahmi, yang tentunya ini juga menjadi salah satu kekuatan,” kata Sigit.
Kegiatan pembagjan takjil disambut baik oleh pengendara roda dua dengan memperlambat laju kendaran untuk menerima takjil.
Setelah membagikan takjil, Kapolri, PJU dan para jurnalis melanjutkan kegiatan berbuka puasa bersama. Acara ini berjalan hangat dan penuh kebersamaan.
Sigit mengaku, selama ini wartawan diperlakukan sebagai mitra yang sangat strategis.
“Dan oleh karena itu tentunya, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman media yang terus menyampaikan informasi,” ujar Sigit.
“Dan tentunya hal-hal tersebut menjadi tolak ukur, begitu media menyuarakan suara publik, artinya di situ juga lah kami harus segera bergerak dan merespons cepat. Karena kita menyadari bahwa suara media adalah suara publik yang harus didengar,” lanjut Sigit.
Sigit mengatakan, Polri selalu melihat keluhan masyarakat lewat pemberitaan dari wartawan.
“Kekuatan kita, kekuatan bangsa kita yang selalu menjaga persatuan, menjaga kesatuan untuk menghadapi berbagai macam tantangan tugas, tantangan bangsa, dan tantangan negara,” tutur Sigit.
Sigit menegaskan, perkembangan teknologi informasi dewasa ini berkembang sangat pesat. Perkembangan AI hingga Deepfake melahirkan tantangan tersendiri untuk Bangsa Indonesia.
“Salah satunya adalah masalah misinformasi dan disinformasi. Salah satunya itu juga yang saat ini tidak hanya berada di dalam tataran global, namun juga masuk ke situasi dalam negeri, situasi kehidupan kita sehari-hari. Dan tentunya, ini menjadi tantangan kita semua,” ungkap Sigit.
Mantan Kapolsek Tambora, Polres Jakbar ini menilai, media sebagai bentuk alat kontol agar kinerja Polri bisa berjakan dengan harapan.
“Harapan kita tentunya media, sebagai salah satu alat kontrol, alat komunikasi yang mewakili suara publik, tentunya terus bisa mewakili publik untuk menjadi alat penghubung, alat komunikasi, khususnya bagi kami-kami, ataupun bagi institusi untuk bisa terus mendengarkan apa yang menjadi harapan masyarakat yang disuarakan melalui media. Dan tentunya harapan kita, dan kami menyadari bahwa media memiliki peran yang sangat luar biasa untuk turut menjaga stabilitas keamanan nasional,” tutup Sigit. VN-SAP








