Aceh, VanusNews.com | Petugas Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda.Metto Jaya dibantu Pusdokes Mabes Polri, Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jateng serta Unit Polres Aceh Tamiang melaksanakan pengobatan dengan mengunjungi korban banjir bandang yabg ada di Desa Tanjung Binjai dan Desa Kula Penaga, Kabupaten Aceh Tamiang Pada Rabu (14/01).
Kehadiran petugas sebagai salah Polri hadir melalui langkah kemanusiaan dengan menyentuh langsung masyarakat.
Menurut Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si. kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pelayanan kesehatan terpadu Polri di wilayah terdampak bencana.
“Pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Kami fokus pada penanganan penyakit yang umum muncul setelah banjir, sekaligus melakukan edukasi dan home visit bagi warga dengan kondisi khusus,” kata dr. Dafianto Arief.
Arief menambahkan, kehadiran tim kesehatan dari berbagai Polda merupakan upaya memperkuat layanan agar menjangkau masyarakat secara merata.
“Sinergi tim BKO dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, serta jajaran Polda Aceh memungkinkan pelayanan dilakukan secara optimal, cepat, dan tepat sasaran,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu dokter yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Penda I dr. Yuliantikha Nurul Qumariah, mengatakan, sebagian besar keluhan warga berkaitan dengan penyakit pascabanjir.
“Penyakit yang paling banyak kami temukan adalah hipertensi, dermatitis, ISPA, diare, serta hiperkolesterolemia. Selain pengobatan, kami juga memberikan edukasi agar masyarakat memahami cara menjaga kesehatan di lingkungan pascabanjir,” katanya.
Tercatat sebanyak 193 warga menerima layanan kesehatan. Penyakit yang paling dominan antara lain hipertensi sebanyak 70 pasien, dermatitis 50 pasien, hiperkolesterolemia 30 pasien, ISPA 15 pasien, diare 10 pasien, diabetes melitus 5 pasien, serta keluhan sakit gigi 3 pasien.
Selain itu, Tim juga melaksanakan kunjungan terhadap warga dengan kondisi suspek psoriasis vulgaris dan stroke non hemoragik.
Disisi lain perwakilan Dokkes Polres Aceh Tamiang, Aiptu Faisal Riza Syahputra, AMK, mengatakan, upaya pendekatan jemput bola tersebut menjadi kunci dalam pelayanan kesehatan pascabencana.
“Kami tidak hanya menunggu masyarakat datang ke pos kesehatan, tetapi juga mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan penanganan khusus. Ini adalah bentuk kehadiran Polri yang humanis,” katanya
Kegiatan tersebut rupanya disambut baik oleh Sulaiman (52), warga Desa Tanjung Binjai, mengaku sangat terbantu dengan layanan yang diberikan.
“Sejak banjir, banyak warga yang mengeluh sakit. Alhamdulillah polisi datang memeriksa kesehatan, memberi obat dan vitamin. Kami merasa diperhatikan,” kata Sulaiman.
Hal senada dikatakan Nur Aisyah (40), warga Desa Kula Penaga, menilai kegiatan home visit sangat membantu warga lanjut usia dan pasien dengan keterbatasan mobilitas.
“Petugas datang langsung ke rumah warga yang tidak bisa berjalan jauh. Ini sangat membantu dan membuat kami merasa tidak sendirian,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Polri berharap dapat mencegah peningkatan penyakit pascabencana, sekaligus mempercepat pemulihan kualitas hidup masyarakat Aceh Tamiang.
Aksi kemanusiaan tersebut menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir melayani dan melindungi masyarakat bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam menjaga kesehatan dan keselamatan rakyat. VN-SAP








