Gubernur Kaltara Berkunjung ke Kediaman Kapolda Sulawesi Selatan

MAKASSAR, VANUSNEWS.COM | Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A Paliwang S.H., M.Hum, melakukan kunjungan resmi kediaman Kapolda Sulawesi Selatan guna membahas perkembangan kasus hukum yang menimpa salah satu mahasiswa asal Kaltara di Makassar, pada Jum’at ( 15/05/26).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Zainal diterima langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan ( Sulsel ), Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., MH.

Read More

Kunjungan ini dipicu oleh keprihatinan mendalam atas musibah penyekapan dan kekerasan seksual yang dialami oleh seorang mahasiswi asal Kaltara yang sedang menempuh pendidikan di Makassar.

Gubernur Zainal menegaskan, bahwa kehadirannya adalah bentuk nyata dukungan pemerintah Provinsi Kaltara terhadap warganya yang sedang tertimpa musibah di perantauan.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Perlindungan terhadap warga Kaltara, dimanapun mereka berada, adalah prioritas kami. Kami mengutuk keras tindakan keji ini dan meminta agar keadilan benar-benar ditegakkan bagi korban,” ujar Gubernur Zainal.

Selain memberikan dukungan moral bagi keluarga korban, Gubernur Zainal juga berkoordinasi secara insentif dengan pihak kepolisian untuk memberi informasi terbaru mengenai progres penyidikan.

Ia secara khusus meminta agar pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan dan penyekapan tersebut segera ditangkap dan diproses secara hukum tanpa celah ada keringanan.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sulsel Irjen Pol, Djuhandhani Rahardjo Puro, menyatakan komitmennya untuk mengawal terus ini hingga tuntas.

Ia menegaskan bahwa jajaran Kepolisian telah dikerahkan secara maksimal untuk memburu pelaku yang identitasnya telah dikantongi.

“Pihak Kepolisian Sulsel terus melakukan upaya maksimal dalam pengejaran pelaku. Kami optimis dalam waktu dekat para pelaku akan segera kami ringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tegas Kapolda.

Saat ini, korban dilaporkan masih dalam pendampingan tim medis dan psikolog untuk pemulihan trauma.

Pemerintah Provinsi Kaltara juga berencana akan memberikan bantuan pendampingan hukum dan sosial tambahan guna memastikan masa depan pendidikan mahasiswi tersebut tidak terganggu akibat insiden ini.

Kasus ini menjadi atensi publik kedua provinsi, dengan harapan besar agar penegakan hukum dapat memberikan efek jera serta menjamin rasa aman bagi para mahasiswa perantauan yang tengah menimba ilmu di kota Makassar. VN-ARM

Related posts